ASPEK FERMENTASI KOPI
DAN KAKAO DARI SUHU MAUPUN KONDISI OPTIMUM
OLEH :
Oktaviana wardani
100331100019
Tip a
TEKNOLOGI INDUSTRI
PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS TRUNOJOYO
MADURA
KATA
PENGANTAR
Dengan memanjatkan puja dan puji syukur
kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, kami dapat menyelesaikan penyusunan “LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI (ASPEK FERMENTASI
KOPI DAN KAKAO DARI SUHU DAN KONDISI MAKSIMUM )”. Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas kelompok
Kunjungan Industri. Dalam laporanini dipaparkan tentang Aspek aspek fermentasi kopi dan kakao, fungsi dan tujuan fermentasi kopi dan
kako, serta masih banyakyang lainnya. Harapan penyusun makalah
ini, semoga laporan ini bisa memberikan
sumbangan terhadap peningkatan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa di dalam
menempuh mata kuliah Satuan Oprasi 1.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah
ini masih banyak terdapat kekurangan,oleh sebab itu dengan segala kerendahan
hati kami mohon bantuan saran dan kritik dari semua pihak untuk penyempurnaan
penulisan makalah ini.
Bangkalan, Oktober 2011
I . PENDAHULUAN
1.1
Dasar
Teori
Kakao
merupakan salah satu komoditas ekspor yang dapat memberikan kontribusi untuk
peningkatan devisa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara pemasok
utama kakao dunia setelah Pantai Gading (38,3%) dan Ghana (20,2%) dengan
persentasi 13,6%. Permintaan dunia terhadap komoditas kakao semakin meningkat
dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2011, ICCO (International Cocoa Organization)
memperkirakan produksi kakao dunia akan mencapai 4,05 juta ton, sementara
konsumsi akan mencapai 4,1 juta ton, sehingga akan terjadi defisit sekitar 50
ribu ton per tahun (Suryani, 2007). Kondisi ini merupakan suatu peluang yang
baik bagi Indonesia karena sebenarnya Indonesia berpotensi untuk menjadi
produsen utama kakao dunia.
Kopi adalah sejenis minuman
yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksibijitanaman kopi. Kata kopi
sendiri berasal dari bahasa Arabqahwah yang berarti kekuatan, karena
pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah
kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa
Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda.
Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi
kata kopi yang dikenal saat ini.
Secara
umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan
robusta. Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan
berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benuaAfrika sekitar
3000 tahun (1000 SM) yang lalu.Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini
menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai
kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400
ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi
juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu,
dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).
Fermentasi
merupakan suatu proses produksi suatu produk dengan mikroba sebagai organisme
pemroses. Fermentasi biji kakao merupakan fermentasi tradisional yang
melibatkan mikroorganisme indigen dan aktivitas enzim endogen. Fermentasi biji
kakao tidak memerlukan penambahan kultur starter (biang), karena pulp kakao
yang mengandung banyak glukosa, fruktosa, sukrosa dan asam sitrat dapat
mengundang pertumbuhan mikroorganisme sehingga terjadi fermentasi.
1.2
Rumusan
Masalah
a. Apa
definisi dari kopi dan kakao.?
b. Apa
manfaat dari kopi dan kakao bagi kesehatan manusia.?
c. Bagaimana
aspek fermentasi kopi dan kakao baik suhu, kodisi optimum.?
1.3
Tujuan
a. Untuk
mengetahui definisi dari kopi dan kakao.
b. Untuk
mengetahui manfaat dari kopi dan kakao bagi kesehatan manusia.
c. Untuk
mengetahui aspek fermentasi kopi dan kakao baik suhu, kodisi optimum.
II. PEMBAHASAN
Apa
definisi dari kopi dan kakao?
a.
Definisi
kopi
Kopi adalah sejenis minuman
yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksibijitanaman kopi. Kata kopi
sendiri berasal dari bahasa Arabqahwah yang berarti kekuatan, karena
pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah
kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa
Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda.
Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi
kata kopi yang dikenal saat ini.
b.
Definisi
kakao
Kakao
merupakan salah satu komoditas ekspor yang dapat memberikan kontribusi untuk
peningkatan devisa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara pemasok
utama kakao dunia setelah Pantai Gading (38,3%) dan Ghana (20,2%) dengan
persentasi 13,6%. Permintaan dunia terhadap komoditas kakao semakin meningkat
dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2011, ICCO (International Cocoa Organization)
memperkirakan produksi kakao dunia akan mencapai 4,05 juta ton, sementara
konsumsi akan mencapai 4,1 juta ton, sehingga akan terjadi defisit sekitar 50
ribu ton per tahun (Suryani, 2007). Kondisi ini merupakan suatu peluang yang
baik bagi Indonesia karena sebenarnya Indonesia berpotensi untuk menjadi
produsen utama kakao dunia.
Apa
manfaat dari kopi dan kakao bagi kesehatan manusia.?
a.
Manfaat
kopi bagi kesehatan manusia
Beberapa manfaat kopi untuk kesehatan antara lain sebagai
berikut:
1)
Untuk
menghindarkan diri dari serangan jantung dan stroke. Kopi memiliki kandungan
yang dapat menghindarkan kita dari serangan
jantung hingga stroke. Hal ini
telah dibuktikan pada suatu studi yang melibatkan lebih dari 83000 wanita
dengan usia 24 tahun lebih. Mereka minum 2-3 cangkir kopi/hari. Hasilnya
menunjukan bahwa wanita-wanita tersebut memiliki resiko 19% lebih rendah
daripada yang tidak mengonsumsi kopi. Hal tersebut juga dilakukan terhadap
beberapa pria Finlandia. Dan hasil yang diperoleh juga relatif sama.
2)
Untuk
menghindarkan dari Serangan Kanker. Manfaat
kopi ini diketahui dari berbagai
riset yang dilakukan secara konsisten oleh para peneliti. Hasilnya menunjukan
bahwa kanker hati, kanker usus besar, hingga kanker payudara dapat
dicegah dengan mengonsumsi kopi.
3)
Untuk
mencegah penyakit Sirosis.
4)
Untuk
menghindarkan diri dari penyakit Parkinson.
b.
Manfaat
kakao bagi kesehatan manusia
Coklat dengan kandungan kakao (biji coklat) lebih dari 70% juga
memiliki manfaat untuk kesehatan,
karena coklat kaya akan kandungan antioksidan yaitu fenol dan flavonoid.
Dengan adanya antioksidan, akan mampu untuk menangkap radikal bebas dalam
tubuh. Besarnya kandungan antioksidan ini bahkan 3 kali lebih banyak dari teh
hijau, minuman yang selama ini sering dianggap sebagai sumber antioksidan.
Dengan adanya antioksidan, membuat coklat menjadi
salah satu minuman kesehatan. Fenol, sebagai antioksidan mampu mengurangi kolesterol pada darah sehingga dapat mengurangi
risiko terkena serangan jantung juga berguna untuk mencegah timbulnya kanker
dalam tubuh, mencegah terjadinya stroke dan darah
tinggi. Selain itu kandungan lemak pada coklat kualitas tinggi terbukti bebas
kolesterol dan tidak menyumbat pembuluh darah.
Coklat juga mengandung beberapa vitamin yang
berguna bagi tubuh seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin C, vitamin
D, dan vitamin E. Selain itu, coklat juga mengandung zat maupun nutrisi yang
penting untuk tubuh seperti zat besi, kalium dan kalsium. Kakao sendiri
merupakan sumber magnesium alami tertinggi. Jika seseorang kekurangan
magnesium, dapat menyebabkan hipertensi,
penyakit jantung, diabetes, sakit
persendian dan masalah bulanan wanita yaitu pra menstruasi (PMS). Dengan makan
coklat akan menambah magnesium dalam asupan gizi harian yang menyebabkan
meningkatnya kadar progesteron pada wanita. Hal ini mengurangi efek negatif
dari PMS.
Bagaimana
aspek fermentasi kopi dan kakao baik suhu, kodisi optimum.?
a.
Aspek
fermentasi kopi
Tujuan fermentasi pada kopi adalah
mengubah senyawa-senyawa gula yang berada pada lapisan antara kulit buah dan
kulit biji menjadi alkohol. Hal ini dikarenakan senyawa gula yang terkandung di
dalam lendir mempunyai sifat menyerap air dari lingkungan (higroskopis).
Permukaan biji kopi cenderung lembab sehingga menghalangi proses pengeringan.
Selain itu, senyawa gula merupakan media tumbuh bakteri yang sangat baik
sehingga dapat merusak mutu biji kopi.
Tujuan proses ini adalah untuk
menghilangkan lapisan lendir yang tersisa di permukaan kulit tanduk biji kopi
sehingga mempermudah proses pencucian lender yang masih menempel pada biji
keesokan harinya serta mengurangi rasa pahit dan mendorong terbentuknya kesan
“mild” pada cita rasa seduhannya (Sihotang, 2008).
Pada Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Indonesia dilakukan fermentasi cara kering dimana biji kopi yang telah dikupas
kulit buahnya dimasukkan ke dalam karung plastik kemudian dibiarkan
berlangsung hingga keesokan harinya. Fermentasi biasanya berlangsung selama 24
jam atau selama menunggu proses pengeringan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi
keberhasilan proses fermentasi pada biji kopi, antara lain :
1.
Kebersihan karung plastik
Proses fermentasi dilakukan secara kering dalam wadah karung
plastik atau tempat dari plastik yang bersih. Hal ini dilakukan untuk
mengurangi jumlah kontaminan mikroorganisme sehingga proses fermentasi bisa
berjalan sempurna. Agar fermentasi berlangsung merata pembalikan dilakukan
minimal satu kali dalam sehari.
2.
Lama fermentasi
Lama fermentasi bervariasi tergantung pada jenis kopi. Untuk
jenis kopi robusta, waktu fermentasi lebih singkat dari pada kopi arabika yang
berkisar antara 12-36 jam. Hal ini dikarenakan kandungan senyawa gula pada kopi
arabika relative tinggi dibanding kopi robusta.
Fermentasi kering harus dikendalikan agar tidak terjadi
proses fermentasi berlebihan yang dapat menimbulkan cita rasa onion
karena timbulnya asam dan stink sebagai akibat pembusukan oleh
mikroorganisme. Oleh karena itu pertumbuhan perlu dicegah dengan cara
mengendalikan pH yang dapat dilakukan dengan cara direndam dalam air atau
pencucian secara periodik.
3.
Kelembaban Lingkungan
Kelembaban lingkungan juga sangat berpengaruh pada
keberhasilan proses fermentasi. Dengan adanya kelembaban yang tinggi maka akan
memicu pertumbuhan mikroorganisme lain yang akan mengganggu proses
berlangsungya fermentasi.
4.
Suhu
Suhu selama proses fermentasi sangat menentukan jenis
mikroorganisme dominan yang akan tumbuh. Umumnya diperlukan suhu 300C
untuk pertumbuhan mikroorganisme. Bila suhu kurang dari 300C
pertumbuhan mikroorganisme penghasil asam akan lambat sehingga dapat terjadi
pertumbuhan produk.
5.
Oksigen
Ketersediaaan oksigen harus diatur selama proses fermentasi.
Hal ini berhubungan dengan sifat mikroorganisme yang digunakan dimana pada
fermentasi kering diduga terjadi perombakan-perombakan senyawa biji kopi secara
lebih intensif oleh bakteri dan jamur yang bersifat aerob.
Ada
beberapa perubahan yang terjadi selama proses fermentasi, antara lain :
a.
Pemecahan Komponen mucilage
Bagian yang terpenting dari lapisan berlendir ini
adalah komponen protopektin yaitu suatu “insoluble complex” tempat terjadinya
meta cellular lactice (proses pembentukan asam laktat di dalam sel) dari daging
buah. Material inilah yang terpecah dalam proses fermentasi. Ada yang
berpendapat bahwa terjadinya pemecahan getah itu adalah sebagai akibat
bekerjanya suatu enzim yang terdapat dalam buah kopi. Hidrolisis pektin
disebabkan, oleh adanya suatu enzim yang tergolong enzim katalase yang terdapat
di dalam buah atau reaksinya bisa dipercepat dengan bantuan jasad renik. Selama
proses fermentasi ini dengan
bantuan kegiatan jasad renik, terjadi pemecahan komponen
lapisan lendir tersebut, maka akan terlepas dari permukaan kulit tanduk biji
kopi (Ridwansyah, 2003).
Pemecahan lendir akan berjalan cukup cepat bila kondisi fermentasi
pada pH 5.5-6.0. Apabila pH diturunkan
menjadi 4.0 maka kecepatan pemecahan akan menjadi 3 kali
lebih cepat dan apabila pH 3.65 pemecahan akan menjadi dua kali lebih cepat (Ridwansyah,
2003).
Pada waktu buah kopi tersebut mengalami pulping (proses
pengupasan kulit buah) sebagian besar enzim tersebut terpisahkan dari kulit dan
daging buah, akan tetapi sebagian kecil masih tertinggal dalam bagian sari buah
kopi.
b.
Pemecahan Gula
Sukrosa merupakan komponen penting dalam daging buah kopi.
Kadar gula akan meningkat dengan cepat selama proses pematangan buah yang dapat
dikenal dengan adanya rasa manis. Gula adalah senyawaan yang larut dalam air,
oleh karena itu dengan adanya proses pencucian lebih dari 15 menit akan banyak
menyebabkan terjadinya banyak kehilangan konsentrasinya. Proses difusi gula
dari biji melalui parchment ke daging buah yang berjalan sangat lambat. Oleh
karena itu kadar gula dalam daging biji akan mempengaruhi konsentrasi gula di
dalam getah beberapa jam setelah
fermentasi. S cerevisiae akan memecah senyawa gula yang ada di dalam
biji kopi karena adanya oksigen di udara terbuka. Sebagai hasil proses
pemecahan gula adalah asam laktat dan asam asetat dengan kadar asam laktat yang
lebih besar. Asam-asam lain yang dihasilkan dari proses fermentasi ini adalah
etanol, asam butirat dan propionat. Asam lain akan memberikan onion flavor.
c.
Perubahan Warna Kulit
Biji kopi yang telah terpisahkan dari pulp dan
parchment maka kulit ari akan bewarna coklat. Juga jaringan daging biji
akan bewarna sedikit kecoklatan yang tadinya bewarna abu-abu atau abu-abu
kebiruan. Proses “browning” ini terjadi akibat oksidasi polifenol dimana pada
biji kopi terdapat senyawa polifenol yang apabila kontak dengan oksigen maka
akan teroksidasi. Terjadinya warna kecoklatan yang kurang menarik ini dapat
dicegah dalam proses fermentasi melalui pemakaian air pencucian yang bersifat
alkalis (Ridwansyah, 2003).
d.
Perubahan Suhu
Biji kopi yang telah dilakukan fermentasi akan mengalami
perubahan suhu dimana suhu akan meningkat seiring dengan lamanya proses
fermentasi. Menurut data pengamatan yang telah dilakukan, setelah 24 jam proses
fermentasi diperoleh hasil bahwa suhu awal sebelum fermentasi adalah 290C
dan setelah fermentasi adalah 310C. Hal ini dikarenakan adanya
proses metabolisme dari mikroba dimana pada proses ini mikroba mengeluarkan CO2
sehingga terjadi peningkatan suhu.
b.
Aspek
fermentasi kakao
Salah satu tahapan penting dalam penanganan
pasca panen kakao adalah proses fermentasi. Penanganan pasca panen kakao dimulai
sejak pemetikan buah, fermentasi sampai pengeringan dan pengemasan. Proses
fermentasi berlangsung secara alamiah selama beberapa hari. Tahap anini sangat penting
dilalui untuk mempersiapkan biji kakao basah menja dibiji kakao kering bermutu
tinggi dan layak dikonsumsi. Fermentasi biji kakao akan menumbuhkan citarasa, aroma
dan warna, karena selama fermentasi kerja diperubahan fisik, kimia badan biologi
di dalam biji kakao. Di dalam biji kakao akan terja dipenguraian senyawa polifenol,
protein den gula oleh enzim. Penguraian senyawa-senyawa tersebut akan
menghasilkan talon aroma, perbibikan
rasa dan perubahan warna.
Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan fermentasi dalahwadah fermentasi,
waktu, aerasi, pembalikan, aktivitas mikroba dan penguraian kandungan pulp. Penguraian
kandungan pulp ditentukan dengan lamanya pemeranan buah kakao setelah dipetik.
1. Fermentor (Wadah Fermentasi)
Wadah fermentasi
yang baik digunakan yang terbuat dari papan kayu berbentuk kotak dilengkapi dengan
lubang-lubang yang berfungsi sebagai tempat
pengeluaran cairan dan aerasi. Jarak lubang
biasanya 10-15 cm dengan diameter 1 cm. Ukuran kotak fermentasi berpengaruh pada peningkatan suhu dan
dibuat sesuai dengan jumlah atau volume
kakao yang akan difermentasi (40, 200 atau 600 kg) dengan ketinggian tumpukan,
tidak melebihi 42 cm.
2. Waktu Fermentasi
Waktu fermentasi
bervariasi sesuai dengan jenis kakao yang difermentasi. Waktu fermentasi yang
dianjurkan untuk kakao lindak adalah 5 hari.Pembalikan Untuk mendapatkan hasil
kakao fermentasi yang baik, dilakukan pembalikan biji kakao setelah 48 jam
(2hari) fermentasi. Pembalikan hanya dilakukan satu kali untuk menjaga suhu
fermentnsi.
3.
Pemeraman Buah
Pemeraman buah bertujuan untuk membantu pembentukan citarasa dan aroma
kakao. Disamping itu juga mempermudah proses
4.
Fermentasi karena
pemeraman akan menyebabkan pulp lebih mudah terlepas dari biji kakao. Waktu
pemeraman berkisarantara 6 - 9 hari.
5.
Metodeprafermentasi
Pemetikan buah kakao dilakukan dengan menggunakan pisau, untuk buah yang tinggi menggunakan bambu panjang yang diujungnya diberi pisau. Buah kakao yang baru dipetik disimpan di tempat terbuka selama 6 – 9 hari (pemeraman). Pemecahan buah dilakukan dengan menggunakan kayu bulat, dihindari menggunakan pisau atau paranguntuk mencegah biji berwarna hitam. Fermentasi Biji kakao dimasukkan ke dalam kotak fermentasi dan ditutup dengan menggunakan plastik atau karung goni. Fermentasi dilakukan selama 5 hari dengan pembalikan 1 kali setelah 48 jam fermentasi. Akhir waktu fermentasi ditandai dengan 1), biji berwarna coklat dan agak kering serta aroma cuka yang menonjol, 2). Iapisan lendir di permukaan biji mudah terkelupas dan 3). Penampang biji nampak berongga, berwarna coklat dan warna ungu sudah hilang.
Pemetikan buah kakao dilakukan dengan menggunakan pisau, untuk buah yang tinggi menggunakan bambu panjang yang diujungnya diberi pisau. Buah kakao yang baru dipetik disimpan di tempat terbuka selama 6 – 9 hari (pemeraman). Pemecahan buah dilakukan dengan menggunakan kayu bulat, dihindari menggunakan pisau atau paranguntuk mencegah biji berwarna hitam. Fermentasi Biji kakao dimasukkan ke dalam kotak fermentasi dan ditutup dengan menggunakan plastik atau karung goni. Fermentasi dilakukan selama 5 hari dengan pembalikan 1 kali setelah 48 jam fermentasi. Akhir waktu fermentasi ditandai dengan 1), biji berwarna coklat dan agak kering serta aroma cuka yang menonjol, 2). Iapisan lendir di permukaan biji mudah terkelupas dan 3). Penampang biji nampak berongga, berwarna coklat dan warna ungu sudah hilang.
6.
Perendaman dan Pencucian
Perendaman dan pencucian tidak mutlak dilakukan tergantung perminta andariek
sportir. Biji kakao yang sudah difermentasi direndam selama 2 - 3 jam dan dicuci
secara hati-hati (ringan). Pencucian bertujuan untuk menghentikan proses
fermentasi, mempercepat proses pengeringan dan memperbaiki kenampakan biji.
7.
Pengeringan
Setelah dicuci, biji ditiriskan dan dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dengan bantuan matahari atau menggunakan alat pengering (mekanis). Pengeringan bertujuan untuk mengunakan air yang tertinggal di dalam biji pasca fermentasi dan mendapatkan kakao dengan kadar air 6 - 7% (SNI 2003). Pengeringan dengan bantuan matahari menggunakan lantai jemur atau terpal dengan ketebalan lapisan biji 3 - 5 cm, hindari kontak dengan tanah. Pembalikan dilakukan 1-2 jam, waktu pengeringan tergantung cuaca sekitar 7 - 14 hnri. Sedangkan pengeringan dengan alat pengering tergantung kapasitas alat dan bahan bakar yang digunakan.
Setelah dicuci, biji ditiriskan dan dikeringkan. Pengeringan dapat dilakukan dengan dengan bantuan matahari atau menggunakan alat pengering (mekanis). Pengeringan bertujuan untuk mengunakan air yang tertinggal di dalam biji pasca fermentasi dan mendapatkan kakao dengan kadar air 6 - 7% (SNI 2003). Pengeringan dengan bantuan matahari menggunakan lantai jemur atau terpal dengan ketebalan lapisan biji 3 - 5 cm, hindari kontak dengan tanah. Pembalikan dilakukan 1-2 jam, waktu pengeringan tergantung cuaca sekitar 7 - 14 hnri. Sedangkan pengeringan dengan alat pengering tergantung kapasitas alat dan bahan bakar yang digunakan.
8.
Sortasi dan Pengemasan
Biji kakao yang sudah kering disortasi dari
kotoran-kotoran dan dikelompokkan sesuai dengan mutunya. Kemudian dikemas
dengan menggunakan karung plastik (polietilen). Penyimpanan Biji kakao dapat
disimpan sementara menunggu scat pemasaran. Penyimpanan dianjurkan tidak
melebihi 3 bulan. Biji dikemas dalam karung plastik dan disimpan pada tempat
yang tidak lembab, cukup ventilasi, bersih dan tidak berbau yang kurang sedap.
Tumpukan karung yang berisi biji dialas dengan menggunakan kayu dengan jarak
sekitar 10 cm dari permukaan lantai.
III. PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Faktor – faktor yang mempengaruhi
keberhasilan proses fermentasi pada biji kopi, antara lain :
a. Kebersihan karung plastik
b. Lama fermentasi
c. Kelembaban Lingkungan
d. Suhu
e. Oksigen
Ada
beberapa perubahan yang terjadi selama proses fermentasi pada biji kopi, antara
lain :
a.
Pemecahan Komponen mucilage
b.
Pemecahan Gula
c.
Perubahan Warna Kulit
d.
Perubahan Suhu
Faktor yang berpengaruhterhadapkeberhasilanfermentasiadalah :
a.
Fermentor (WadahFermentasi)
b.
Waktu Fermentasi
c.
Pemeraman Buah
d.
MetodaPrafermentasi
e.
PerendamandanPencucian
f.
Pengeringan
g.
Sortasi dan Pengemasan
3.2
Saran
a. Dalam
penullisan laporan sebaiknya menggunakan kata – kata sesuai EYD.
b. Dalam
pembuatan laporan sebaiknya di sesuaikan dengan penelitian
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim,
2008, fermentasi biji kakao, (online)
http://adetiyappolije.wordpress.com
diakses 10 Oktober 2011
Anonim,
2009, teknik dalam pengolahan biji kopi, (online)
http://majarimagazine.com
diakes 10 Oktober 2011
Rohman,
Saepul, 2009, teknik fermentasi dalam
pengolahan biji kakao,(online) http://otrad.multiply.com
diakses 10 Oktober 2011





0 komentar:
Posting Komentar